Breaking News
Tiga ASN Bekasi Tembus Tahap III Penilaian ASN Berprestasi Jabar
AREA IKLAN 728 × 90
Beranda » Uncategorized
Uncategorized

Dinkes Kota Bandung Temukan Masalah Sanitasi di SPPG Mandalajati, Pengawasan MBG Diperketat

KOTA BANDUNG, pirsawicara.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memperketat pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah kekurangan sanitasi dan tata kelola dapur pada salah satu SPPG di Kecamatan Mandalajati.

Temuan itu menjadi langkah preventif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan pemeriksaan tidak menemukan kasus keracunan makanan maupun gangguan kesehatan dari makanan SPPG tersebut.

Namun, sejumlah aspek sanitasi dan fasilitas masih perlu diperbaiki agar memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Menurut Sony, salah satu temuan berada pada area dapur yang digunakan sebagai sarana produksi makanan.

Sebagian ruangan masih terbuka tanpa plafon sehingga belum memenuhi standar penataan ruang ideal untuk produksi makanan.

Selain itu, penyimpanan bahan pangan perlu ditata ulang agar jaraknya dengan dinding, lantai, dan langit-langit sesuai ketentuan.

“Ruang penyimpanan bahan makanan basah juga ditemukan bangkai kecoa. Jadi memang aspek kebersihannya masih perlu diperbaiki,” ujar Sony, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut belum menimbulkan kasus kesehatan, tetapi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika dibiarkan.

Bakteri tersebut berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan melalui makanan yang diproduksi.

Dinkes juga menemukan ruang pencucian peralatan belum menggunakan material dinding kedap air sesuai standar fasilitas pengolahan makanan.

Berbagai kekurangan tersebut telah menjadi catatan yang harus segera dibenahi oleh pengelola SPPG.

Meski demikian, Sony memastikan pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan awal dan telah dilanjutkan melalui kunjungan ulang.

Hasil kunjungan menunjukkan sejumlah perbaikan mulai dilakukan pengelola, meskipun belum seluruh rekomendasi terpenuhi.

“Ada perbaikannya walaupun sedikit, belum semuanya. Yang penting harus ada perbaikan karena rekomendasi sudah diberikan dan operasional masih berjalan,” katanya.

Sony menuturkan, pengawasan SPPG dilakukan secara rutin melalui sanitarian puskesmas yang melaksanakan survei dan pemantauan setiap pekan.

Pemantauan umumnya dilakukan setiap Sabtu, sementara pengelola SPPG juga kerap mengundang petugas kesehatan lingkungan untuk pendampingan.

Sejauh ini, Dinkes belum menerima laporan permasalahan serupa pada SPPG lain di Kota Bandung.

Menurut Sony, pengelolaan SPPG di Kota Bandung secara umum berjalan baik, meskipun pengawasan tetap diperketat sebagai langkah antisipasi.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan terdapat tiga SPPG dalam pengawasan khusus Pemkot Bandung.

Satu SPPG berada di Kecamatan Mandalajati, sedangkan dua SPPG lainnya berada di Kecamatan Lengkong.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan keamanan pangan, pengelolaan sampah, hingga penempatan makanan sesuai standar yang berlaku.

Farhan mengatakan, pengawasan tersebut bersifat preventif agar Kota Bandung terhindar dari gangguan kesehatan akibat makanan MBG.

Ia memastikan pemerintah terus melakukan evaluasi dan dapat mengambil tindakan lebih tegas apabila pengelola tidak melakukan perbaikan sesuai rekomendasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga