Breaking News
Tiga ASN Bekasi Tembus Tahap III Penilaian ASN Berprestasi Jabar
AREA IKLAN 728 × 90
Beranda » Uncategorized
Uncategorized

Kobaran Semangat Sumpah Pemuda dalam Denyut Pengawasan Pemilu di Tanah Papua

Haritje Latuihamallo
Kordinator divisi Hukum & Penyelesaian Sengketa Bawaslu Papua

Peringatan Sumpah Pemuda yang tiap tahun diperingati sering kali hanya menjadi peringatan simbolis atau momentual saja, tidak menjadi peringatan secara substansif yang mungkin diinginkan oleh para pendahulu kita sebelumnya. Sumpah Pemuda jika kita menilik sejarahnya bagaimana para pemuda menyadari bahwa perjuangan merebut kemerdekaan pada saat itu tidak lagi bisa dilakukan secara kedaerahan, tetapi harus sebagai satu bangsa yang memiliki fondasi persatuan dan kesatuan yang kokoh.

Pemuda sejak dulu selalu memegang posisi penting di negara ini sebagai garda terdepan dan agen perubahan (agent of change). Sifat pemuda yang kritis, penuh semangat, dan adaptif menjadikan mereka memiliki peran kuat dalam mengawal jalannya demokrasi, khususnya di Tanah Papua. Terlebih lagi, dinamika sosial dan geografis Papua yang luas menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Pemilu, di mana kehadiran mata dan telinga pemuda sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap suara rakyat bermakna.

Bentuk nyata keterlibatan pemuda dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret yang dekat dengan keseharian mereka.

Pertama, dengan berkolaborasi menjadi kader pendidikan pengawasan partisipatif yang diinisiasi oleh Bawaslu.

Kedua, pemuda juga dapat aktif menggunakan media sosial secara bijak dengan melakukan check-facts (periksa fakta), menyebarkan edukasi anti-hoaks, serta menolak politik uang (money politic) dan kampanye hitam di ruang digital.

Ketiga, membangun diskusi kritis atau literasi kepemiluan di lingkungan kampus, organisasi kepemudaan, komunitas seni, hingga lingkup keluarga terdekat.

Keempat, tidak hanya diam, pemuda juga harus berani melaporkan segala bentuk pelanggaran pemilu yang ditemukan di lapangan secara langsung kepada pengawas pemilu setempat. Keberanian moral untuk bersuara dan menolak segala bentuk kecurangan adalah bentuk ‘patriotisme modern’ yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kita.

Pengawasan partisipatif bukanlah tugas yang dibebankan kepada penyelenggara pemilu semata. Tanpa keterlibatan aktif dan kepedulian dari kaum muda, pemilu yang jujur dan adil akan sulit terwujud secara optimal. Di sinilah letak esensi perjuangan modern; jika para pemuda tahun 1928 berjuang merebut kemerdekaan dengan mengangkat senjata dan menyatukan tekad kebangsaan, maka pemuda hari ini berjuang merawat kemerdekaan tersebut dengan mengawal kedaulatan suaranya di bilik suara.

Momentum Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi pengingat bagi kita semua khususnya pemuda-pemudi di Tanah Papua untuk turun tangan langsung menjaga kualitas demokrasi. Sebab, masa depan demokrasi Papua ada di tangan pemuda yang berani bersuara dengan jujur dan berani.

Penulis: Haritje Latuihamallo
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga